Mahouka Koukou no Rettousei Volume 24 Chapter 07 Bahasa Indonesia

Chapter 7

Pada hari Rabu setelah sekolah, Tomitsuka Hagane datang ruang dewan sekolah. Bahkan Igarashi Yousuke, Ketua kelompok manajemen klub saja jarang datang ke ruang Dewan Sekolah, dan dalam kasus Tomitsuka ini, sepertinya ia memiliki sesuatu yang penting.


"-Kapan Tatsuya mulai bersekolah lagi?" 

"Sayangnya, dia tidak bercerita tentang hal itu." Dengan keengganan di wajahnya, Miyuki menjawab pertanyaan Tomitsuka.

Jawabannya bukanlah kebohongan, itu terpancar dari ekspresi wajah yang ia munculkan.

Untuk sementara, Tatsuya tidak akan pergi ke sekolah, karena ia mengamati situasi setelah konferensi pers.

Dan Miyuki, hari demi hari dalam hatinya tumbuh ketidakpuasan akan Tatsuya yang tidak bebas untuk datang ke sekolah.

"Lalu... Apakah kamu mau memberitahku di mana Shiba-kun sekarang? " Dengan keputusasaan yang tidak tersembunyi, Tomitsuka bertanya lagi pada Miyuki.

"Apakah kamu memiliki sesuatu yang penting terhadap Tatsuya?" Miyuki menjawaba dengan suara yang mencurigakan. Siapapun di tempatnya merasa bahwa ada sesuatu yang salah dengan Tomitsuka.

Tidak ada kebebasan bertindak dalam perilakunya. Menekan lawan bicaranya, itu tidak tampak seperti Tomitsuka yang biasanya.

"Maaf."

Namun, ia melihat bahwa ia membuat Miyuki merasa tidak nyaman.

"UM... Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Shiba-kun tentang... "
“Berbicara? Jika tidak keberatan, Aku ingin tahu tentang apa itu? "

Mata tomitsuka berlari dari sisi ke sisi. Dia ragu untuk sementara waktu, tetapi akhirnya dia mengatasi keraguanya dan mengarahkan kembali pandangannya ke Miyuki.

"Ibuku dirawat di rumahsakit."

"Ibumu!"

Miyuki membuka matanya lebar dan menutupi mulutnya dengan tangannya. Tomitsuka sedang terkejut dari reaksi semacam itu.

"Oh, tidak, meskipun aku bilang dia dirawat di rumah sakit, itu tidak mengancam hidupnya. Dia hanya memiliki ulkus lambung yang parah.. Dia akan keluar dari rumah sakit setelah sebulan beristirahat. "

"Saya mengerti... Aku berharap  ibumu cepat pulih seperti sedia kala. "

"Terima kasih banyak."

Menerima kata-katanya simpati dari Miyuki, Tomitsuka tampak seolah-olah ia ingin mengatakan sesuatu yang lain. Ketika ia sedang mencari kata yang cocok untuk mengatakannya, Izumi berbicara dengannya.

"Bukankah ibu Tomitsuka-sempai merupakan Ketua Asosiasi sihir?"

"Ya benar, Saegusa-San."

"Apakah penyakit ibumu berasal dari psikologis-nya?"

Kali ini mata Tomitsuka sudah terbuka lebar.

"... Dokter mengatakan itu disebabkan oleh stres. "

"Dengan kata lain, Tomitsuka-sempai ingin mengatakan bahwa penyebab penyakit ibunya kambuh karena Shiba-sempai?"

"Aku tidak akan mengatakan sesuatu seperti itu!"

Wajah Tomitsuka memerah. Hal ini membuktikan bahwa pernyataan Izumi tidak sepenuhnya salah. Tomitsuka, yang khawatir, sadar, dan mengambil napas dalam-dalam.

"— ... Ibumu baru-baru ini telah sangat ditekan oleh pemerintah. Berkaitan dengan Tatsuya-sama? " Miyuki mencoba menenangkan Tomitsuka.

"Ya, itu benar. Mereka ingin dia membujuk Shiba-kun untuk membatalkan proyek pembangkit energi dan ikut serta dalam proyek Dione... "

"-apa maksudmu ...!" Honoka mengatakan keras  dengan nada marah. Izumi dan Shiina, juga menganggapnya tidak masuk akal, dan mengirim tatapan dingin ke Tomitsuka.

"Bagaimana kamu bisa tahu? Bukannya itu adalah sesuatu yang rahasia? "

"— ... Seorang anggota keluarga kami sudah pergi ke rumah sakit, meskipun tidak resmi, keluarga kami akan membantu anggota keluarga lainnya dan mengidentifikasi keadaan, jadi itu bukan maslah ."

Nada terbuka Tomitsuka menunjukkan ketidakpuasan dengan  "orang-orang yang terkait dengan pemerintah. "

"Aku tidak akan menuduh Shiba-kun penyebab Ibu-ku dirawat. Aku mengerti bahwa itu sangatlah konyol. Mengalihkan tanggung jawab ke Shiba-kun. "

"Tomitsuka-Sempai. Jika kamui tidak mengeluhkan hal itu, lalu apa sebernarnya alasanmu ingin menemui Shiba-sempai? "

Pertanyaan Miyuki lagi, disuarakan keras oleh Izumi.

"-Terlepas dari pendapat pemerintah, Aku percaya bahwa Shiba-kun harus mengambil bagian dalam proyek Dione. Tidak diragukan lagi, ini merupakan proyek penting bagi masa depan umat manusia, dan USNA sedang mencoba untuk mengundang Shiba-kun dengan senag hati. 

“Dia mungkin telah memiliki banyak rencana, tapi aku percaya bahwa untuk Jepang, untuk kepentingan para penyihir Jepang, ia harus menerima undangan dari USNA. Sejauh ini, aku diam karena itu tidak mengkhawatirkan, tetapi ketika itu mempengaruhi keluargaku. Aku menjadi terlibat.”

Tidak ada seorang pun di antara anggota dewan sekolah yang akan mendukung argumen Tomitsuka. Dan tidak ada juga yang menyela pidatonya itu.

"Meskipun aku kesal karena harus mengikuti permintaan pemerintah yang tidak masuk akal, Aku masih ingin mencoba untuk membujuk S+hiba-kun untuk mengambil bagian dalam Project Dione."

Setelah membiarkan Tomitsuka menyelesaikan pidatonya, Miyuki berbicara.

"Jika itu adalah tujuanmu, maka aku tidak dapat memberi tahumu apa pun."

"Ha ...?"

Tomitsuka, tampaknya, tidak mengharapkan penolakan. Dia menatap Miyuki seperti orang yang mengungkapkan kesalahpahaman mereka tentang sebuah jawaban.

"Jika Kamu memiliki tujuan seperti itu, Aku tidak bisa memberitahumu Alamat Tatsuya."

"Mengapa... kenapa tidak biasa...? "

"Karena aku mengerti bahwa kamu ingin menggangu Tatsuya, dan aku tidak bisa membantumu. "
 
Wajah Tomitsuka terdistorsi, seolah-olah mengatakan  "Aku tidak bisa percaya itu ".

 "Tapi... Keegoisan Shiba-kun dapat membawa masalah kepada orang lain! Jika Shibakun menunjukkan sedikit kesabaran, pasti semua orang akan merasa lega! "

"Keegoisan...?"

Miyuki bahkan tidak menyembunyikan rasa ketidaknyamanan.

"Tomitsuka-kun, Aku mengerti mengapa ibumu saki. Tapi tolong, lupakan obrolan hari ini, itu akan jadi lebih baik "

Tomitsuka dengan raut wajah rasa kesal hanya berdiri. Miyuki paham akan permasalahan ini dan ingin memecahkan masalah dengan damai. Baginya, ini adalah kesempatan yang luar biasa ketika ada permasalahan tentang Tatsuya, dan dia mengakhiri semuanya dengan tindakan yang wajar.
Sihir-nya tidak keluar dari kontrol karena segel telah dihapus, dan ia kini dapat kembali mengkontrol primordial sihir nya.

"— ... Presiden Shiba. Aku menantangmu untuk berduel. "

"Apakah dengan duel merupakan pertarungan untuk menyelesaikan permasalahan ini?"

“Ya. Jika aku menang, tolong katakan padaku di mana Shiba-kun berada."

Miyuki dengan tenang mendengarkan perkataan yang diajukan Tomitsuka. Tidak, dia sepenuhnya tenang. Tapi tidak ada kemarahan dalam dirinya.

"— ... Kalau begitu, Aku menerima tantanganmu ".

"Miyuki-sama, Mohon tunggu sebentar."

Ungkapan penerimaan duel itu diblokir oleh suara lain.

 "Minami-Chan? "

Dengan rasa heran dan kecurigaan yang beragam, Miyuki bertanya tentang niat Minami.

Minami tidak mengatakan  "President ", tapi "Miyuki-sama ".

Fakta bahwa Miyuki adalah penerus dari "kepala keluarga Yotsuba". Pada saat yang sama, semua orang di sini mengerti bahwa Minami bukanlah sepupu, tetapi merupakan pelayanan keluarga Yotsuba. Tidak ada yang bertanya tentang hal itu, tapi semua orang menduga hubungan semacam ini.

Oleh karena itu, Minami menyebut Miyuki denagn "Miyuki-sama ", Namun, Miyuki tidak suka ketika itu dipanggil seperti itu di sekolah, ia selalu bersikeras menolak panggilan itu kareana itu sangat menunjukkan hubungan asli mereka yang mana merupakan hubungan seorang Tuan dan seorang pelayan.

Jadi dia harus memiliki beberapa alasan untuk mengatakan  "Miyuki-sama " di tempat ini.

"Tatsuya-sama mengatakan kepada saya untuk melindungi Miyuki-sama. Diikuti dengan Tatsuya-sama yang memberi saya kepercayaannya, saya tidak dapat mengizinkan Miyuki-sama untuk berpartisipasi dalam pertempuran yang sia-sia ini. "

Miyuki tidak memiliki apa-apa untuk menolak kata Minami. Ketika niat Tatsuya disebutkan, Miyuki tidak bisa menerima keberatan apapun.

"Tapi dalam hal ini, Tomitsuka-sempai mungkin tidak akan puas?. Karena bukan melawan Miyuki-sama melaikan mealwanku. "

"— ... Aku tahu. Tomitsuka-kun, mungkin agak kecewa? Namun jika Minami-Chan kalah, maka seperti katamu, Tomitsuka-kun, Aku akan memberitahu lokasi Villa, di mana Tatsuya-sama sekarang tinggal. "

"— ... Jika hasilnya sama, maka aku sama sekali tidak keberatan. "

Perkembangan tak terduga ini membingungkan Tomitsuka. Mungkin lebih tepatnya itu bisa dikatakan bahwa ia sedikit khawatir akan hal itu.

Tapi dia memutuskan untuk tidak keberatan. Dia tidak punya waktu untuk khawatir tentang apa pun kecuali tujuannya.

Dalam perselisihan antara siswa siapa yang benar dan siapa yang salah, terbukti dengan paksa. Ini adalah salah satu cara untuk memecahkan masalah yang secara resmi ada dalam aturan SMA First High.

Tentu saja,  prosedur "mock Battle" ini dilakukan secara ketat, dan pelaksanaanya juga memerlukan izin dari Presiden Dewan Sekolah dan kepala Komite disiplin.

Ini adalah aturan untuk mencegah penggunaan pelatihan sebagai perkelahian atau kekerasan sepihak.

"— ... Aku pikir tidak akan ada duel melawan Dewan mahasiswa tahun ini. "

Kepala Komite disiplin Mikihiko mengeluh kepada Izumi, yang datang untuk meminta persetujuan dari pertempuran ini. Karena Presiden adalah pihak terkait kali ini, organisasi pertarungan tiruan ditangani oleh Wakil Presiden, Izumi.

"Ini bukan duel, tapi pertandingan, Yoshida-sempai."

Setelah membuat amandemen kecil terhadap kata-kata Mikihiko, Izumi memberinya resolusi dalam bentuk tertulis sebagai tanda persetujuan dari Dewan .
 
Melihat apa yang dikatakannya, Mikihiko membulatkan matanya dengan kejutan.

"Hand to Hand combat!? Apakah itu oke? Maksudku, pertarungan adalah antara Tomitsuka-kun dan Sakurai-San, seorang pria dan seorang gadis?

Biasanya, pertarungan Hand to Hand combat untuk kompetisi hanya digunakan oleh cowok. Karena takut akan kesan pelecehan seksual yang mungkin terjadi.

"Aturan “Menggunakan pisau tiruan dan berhenti sebelum memukul lawan ". Sakurai-San tampaknya yakin akan dirinya sendiri. "

Penjelasan Izumi tidak menenangkan Mikihiko sama sekali. Bahkan jika dikatakan bahwa akhir pertandingan ditentukan oleh simulasi dampak dari pisau tiruan, itu berarti meninju dan menendang diperbolehkan.

"— ... Kalau begitu aku akn berdiri di sini sebagai wasit. "

Dia tidak bisa hanya memberikan meterai persetujuan ini, ia tidak bisa eninggalkan begitu saja masalah ini. Dengan pemikiran ini, Mikihiko memutuskan untuk menjadi Wasit.

Tomitsuka, yang mengganti pakaiannya menjadi seragam klub dan menunggu di ruang ketiga, melihat dengan mata bulat pada penampilan Minami, yang memasuki ruangan setelah Miyuki.

"Apakah kamu beertandingan dengan pakaian seperti itu!?"

 "Tapi itu tidak melanggar aturan kan."  Minami menjawab dengan nada yang acuh tak acuh terhadap Tomitsuka yang berteriak tanpa sadar.

"Itu... Jadi, tapi.. "

Tomitsuka mengenakan seragam untuk Magic Martial Arts.

Bagian atas adalah kemeja lengan panjang dengan bantal pada bagian siku, kemudian celana panjang beltless longgar dan ada bantal di bagian lutut dan hanya bagian pada pergelangan kaki yang dikencangkan. Di kakinya, ia memakai sepatu lembut yang dirancang untuk olahraga bela diri.

Di sisi lain, Minami hanya mengenakan kaus oblong dengan lengan pendek dan celana pendek sepaha yang biasa dikenakan oleh klub senam. Meskipun paha kanannya ditutupi dengan sabuk senjata dengan pisau tiruan, dia masih memiliki penampilan biasa dari seorang atlet dengan lengan dan kaki yang terbuka.

"Apakah kamu khawatir tentang cedera?"

Tomitsuka terdiam di arah Minami yang baru saja berbicara dengannya.

"Tentu saja, jika kamu menerima pukulan, Kamu bisa mendapatkan benjolan atau memar. Mungkin bahkan patah tulang. "

"Dalam hal ini... Anda membutuhkan perlindungan yang lebih. " Kata Tomitsuka.

 "Tomitsuka-sempai. Ini hanyalah esensi dari pertempuran tiruan. "

Tapi Minami lebih cepat darinya.

"Bahkan dengan aturan, ketika pertempuran dekat dilarang, bahaya trauma tidak banyak berubah."
 
Ini cukup langka bahwa Minami cukup bicara banyak hari ini.

"Jika Tomitsuka-Senpai tidak keberatan terluka oleh anak perempuan, kamu boleh mundur sekarang."

Minami sengaja membuat jeda sebentar.

"Itupun kalau kamu berani."

Kata itu sedikit menyulut Tomitsuka. Ia tidak dapat menolak kritik Minami.

"— ... Tomitsuka-kun, Apakah Anda ingin membatalkan pertandingan? "  Mikihiko berpaling ke Tomitsuka.

"Bahkan jika Anda menang atau kalah pertandingan ini, kamu hanya akan memiliki aftertaste berat sebelah, jadi lebih baik untuk berhenti sekarang dan kamu tidak akan menyesal."

Namun Tomitsuka masih ingin meneruskannya.

"— ... Yoshida-kun, memberikan sinyal untuk awal pertandingan. "

Namun perhatian Mikihiko hanya memperkuat ketegaran Tomitsuka. Sekarang Tomitsuka makin bertekat untuk mengetahui alamat Tatsuya.

Ketika Mikihiko menyebutkan  "menyesal ", Tomitsuka berpikir bahwa  "Aku tidak ingin mundur dan menyesal kemudian, bahkan jika aku harus melukai seorang gadis dan akhirnya menyesalinya".

"— ... Mengerti. Kedua belah pihak tahu aturan? Aturannya adalah berhenti sebelum melakukan kontak. Mohon Patuhi keputusan wasit. "

Tomitsuka dan Minami secara bersamaan mengangguk.  

"Ok... Mulai! "

Dengan sinyal Mikihiko, Tomitsuka dan Minami secara bersamaan mengaktifkan sihir.

Untuk mengurangi jarak, osilasi sihir digunakan untuk mematahkan keseimbangan musuh dan mendapatkan kemenangan tanpa melukai dia... Rencana ini, diciptakan oleh Tomitsuka untuk pertarungan ini, dihentikan oleh penghalang anti-objek, yang muncul langsung di depannya.

Meskipun Tomitsuka sudah melihat kemampuan Minami di tahun lalu dalam "Stellar Furnace" di komepetisi sembilan sekolah, Ia tetap masih terkejut pada kecepatan aktivasi sihir nya. Penghalang mencegah pendekatannya diciptakan saat setelah sinyal untuk awal pertandingan.

Dengan kejutan, tapi tanpa panik, Tomitsuka terbang ke dinding transparan ini.

Kelemahannya, ia tidak bisa meproyeksikan psions pada jarak jauh. Untuk sihir yang mampu menyerang musuh dari jauh, itu hanya mempengaruhi sihir yang dipanggil di dekatnya ke ruang kontinu, sehingga sihir dapat diatur pada lokasi terpencil.

Tapi keganjilan memakai baju zirah high-density Psion, yang dapat menetralisir setiap sihir yang menyentuh tubuhnya, juga tidak berubah. Tidakini merupakan kemampuan menetralisir sihir, yang dapat disebut  "contact-type gram Demolition ", menjadi lebih kuat karena kontrol Psion yang ditingkatkan.

Bahu tomitsuka menembus penghalang magis Minami. Perlawanan dirasakan kurang dari satu detik. Setelah itu, Tomitsuka merasa bahwa penghalang yang tak terlihat oleh mata, telah runtuh.

Selanjutnya ia akan memukul Minami dengan tangannya. Namun, pada saat Tomitsuka terfokus pada penghalang, Minami memiliki waktu untuk mengempunya dari samping.

Lokasi instalasi dari penghalang ajaib dapat ditetapkan secara relatif atau mutlak ke koordinat yang di tentukan.

Ketika menetapkan penghalang oleh koordinat mutlak, perlu untuk memperhitungkan kecepatan besar rotasi bumi dan gerakan orbital, sehingga, ketika mereka mengatakan  "koordinat mutlak ", dalam kebanyakan kasus itu berarti relatif Berdasarkan koordinat di permukaan bumi.

Dalam persepsi manusia itu dapat dinyatakan sebagai koordinat mutlak. ... Banyak orang tahu bahwa sihir yang menetapkan dinding menggunakan koordinat mutlak benar, sehingga musuh dengan kecepatan breakneck dan terbang menerjang.

Saat ini, Minami telah menciptakan penghalang dalam konsep koordinat absolut. Di sisi lain, Tomitsuka bertindak dengan prasangka bahwa musuh berada di sisi lain dari penghalang. Untuk alasan ini, ia kehilangan pemandangan Minami pada saat penghancuran penghalang.

Minami merilis peluru udara terkompresi yang dapat dikatakan sebagai versi dasar dari sihir menyerang Tomitsuka.

Seri "Sakurai" yang dimodifikasi memiliki bakat tinggi untuk hambatan sihir, dan Minami generasi kedua yang sangat berbakat.

Tapi itu tidak berarti bahwa dia, seperti Tatsuya atau Tomitsuka, yang buruk dalam menggunakan mantra lain yang tidak terkait dengan spesialisasi nya.

Selain itu, peluru kompresi udara "dalam keadaan terkompresi" konseptual memiliki beberapa kompatibilitas dengan penghalang sihir, ini merupakan sihir mudah untuk Minami gunakan. Hal ini identik dengan "sihir" yang dapat "memberikan kekuatan besar".

Mungkin karena tingkat ancaman yang tinggi, intuisi ini diperhatikan off.

Didorong oleh rasa bahaya yang kuat, Tomitsuka menciptakan penghalang magis dalam bentuk baju besi.

Tomitsuka bisa mengaktifkan sihir pada objek dalam kontak fisik langsung.

Namun, pada jarak nol meter dengan kontak,  "Range Zero", itu menunjukkan kekuatan yang tak tertandingi. Itulah kemampuan Tomitsuka Hagane.

Tidak seperti fortifikasi sihir, penghalang anti-objek ini, mengaktifkan bentuk yang tumpang tindih seperti pakaian yang dipakai, dan mampu menolak peluru udara terkompresi dari Minami. Baju besi Tomitsuka membuatnya melindunginya dari udara terkompresi, dan dari ledakan yang disebabkan oleh pelepasan kondisi terkompresi.

Tomitsuka melanjutkan dengan mengaktifkan Movement-type Magic.

Untuk memindahkan tubuhnya sendiri menggunakan sihir adalah dasar untuk teknik favoritnya,  "SelfMarionette". Karena ia memiliki keterampilan ini, ia mampu melompat ke Minami dengan kecepatan seperti itu, ia berharap lawan tidak bisa mempersiapkan sihir menyerang berikutnya.

Begitu kakinya merasa bersentuhan dengan lantai, Tomitsuka mengarahkan tangan kanannya ke kanan. Dari posisi ini dia secara konsisten mengambil langkah maju dengan kaki kanannya dan mengayunkan telapak tangan kanannya.

Tapi lengan dan kaki Tomitsuka berhenti bergerak karena adegan tak terduga yang tertangkap oleh matanya.

Pada wajah yang tiba-tiba menyerang Minami, kegembiraan muncul. Dari posisinya, ia merasa senang bahwa Tomitsuka tiba-tiba muncul di hadapanNya, mengabaikan jarak di antara keduanya.

Dia berhasil menghindari serangan Tomitsuka berkat refleks nya, ini hasil pelatihan di rumah utama Yotsuba.

Pada saat yang sama seperti Tomitsuka, dia memasuki posisi untuk menyiapkan pukulan ke dada, dia membungkuk ke belakang dan menjauh dari lantai.

Karena backflip yang terjadi di depan matanya, serangan Tomitsuka tidak terjadi.

Tidak, penundaan dalam gerakannya tidak disebabkan oleh balik yang mengejutkan flip, tapi karena pandangannya menagkap lekuk tubuh, yang muncul di tepi bawah T-shirt yang terakgkat.

Setidaknya Minami merasa mata Tomitsuka diarahkan padanya karena ia mengambil jarak.

Bukannya merasa jijik, Minami berpikir bahwa itu adalah satu-satunya hal yang menyelamatkannya.

Itu adalah pembukaan yang dapat menyebabkan akhir pertempuran tiruan ini, jika Tomitsuka tidak menciptakan celah.

"Jika musuh itu Tatsuya-sama, pertarungan ini akan sudah berakhir " meskipun ia mendorong telapak lantai dan dorong kembali dengan backflipping, ia tidak dapat menemukan postur menyerang berikutnya segera setelah ia mendarat.
Mahouka Koukou no Rettousei Volume 24 Chapter 07


Jika dia menyerang Tatsuya, situasi ini akan menjadi akhir. Dan jika ini adalah Tatsuya, ia tidak akan menghentikan serangan hanya karena ia melihat kulit telanjang seorang wanita.

Minami melompat lebih jauh ke samping dan menciptakan penghalang sihir baru.

Tomitsuka pulih dari kekakuan dan mendekati Minami dengan cepat.

Menghancurkan hambatan.

Sampai saat itu, semuanya terjadi sama seperti yang dilakukan terakhir kali. Namun, Minami tidak beralih kesamping, tetapi sebaliknya mundur ke belakang.

Ketika perisai itu hancur, ia membangun perisai berikutnya.

Jika itu adalah gram pembongkaran milik Tatsuya, penghancuran sihir hanya akan jeda sesaat. Urutan Magic ditampilkan dalam dimensi informasi tidak dapat menolak  "Gram Demolition ", yang terurai badan informasi Psion.

Tapi Gram Demolition [spell dismantling] adalah teknik untuk meledakkan Magic sequence yang melekat pada eidos menggunakan tekanan Psion. Tergantung pada kekuatan urutan ajaib yang terjebak ke eidos, ada penundaan dalam waktu sampai pembongkaran terjadi.

Area Magic yang memperbaiki Magic sequence dalam sebuah ruang tanpa apa-apa biasanya lemah terhadap Gram Demolition. Tapi penghalang keajaiban Minami jauh dari  "Penghalang biasa ". "Sakurai " merupakan seri ' anti-objek penghalang, yang dapat menahan sejumlah besar momentum, sangat kuat dalam konsep  "memegang sesuatu ". Minami juga mewarisi karakteristik magis ini.

Dengan kata lain, hambatan magis Minami dapat menahan gram Demolition untuk waktu singkat. Bahkan jika ia akhirnya akan menerobos, itu berarti bahwa hal itu dapat memberimu waktu untuk mempersiapkan sihir berikutnya.

Penghalang anti-objek Minami digunakan untuk menghentikan kemajuan Tomitsuka. Penghalang itu dengan cepat hancur, tapi butuh waktu sekitar satu detik. Selama waktu ini, Minami mundur dan selesai mendirikan penghalang berikutnya.

Ini bisa disebut pseudo Phalanx.

Tapi itu tidak berarti bahwa Minami tidak merasakan apa-apa dari hambatan yang rusak. Kelelahan yang disebabkan oleh aktivasi sihir tidak diragukan lagi terakumulasi.

Namun Minami secara bertahap, memastikan bahwa ada celah kecil di antara setiap penghalang, sehingga baju zirah Psion di sekitar Tomitsuka tidak bisa menyentuhnya pada waktu yang sama.

Tomitsuka dapat dengan cepat menghancurkan rintangan ini, jadi dia tidak keluar dari alur, tetapi maju ke depan. Perlahan-lahan bergerak, hampir seolah-olah ia berdiri diam, jika melihat dari luar.

Ini bukan gaya asli Tomitsuka. Menghadapi masalahnya secara langsung, menggunakan tangan dan kaki terkoordinasi bekerja, adalah cara pertempuran. Tapi Tomitsuka tidak bisa melakukan ini ketika perjuangan ini membuat kakinya bergerak dan ia diharuskan untuk merebut atau mendorong lawannya seperti akan gulat Sumo atau Rugby.

Minami mundur secara diagonal di ruang pelatihan praktis. Melihat jarak antara dinding kiri dan kanan, Minami menyadari bahwa dia mendekati sudut ruangan.

Dia tidak melewatkan momen ketika mata Tomitsuka melihat ke belakangnya.

"... Aku melaju ke sudut," Minima jelas bisa membaca pikiran Tomitsuka.

Dua langkah lagi, dan dia ke sudut. Tidak akan ada retret lebih lanjut.

Bersamaan dengan penghancuran penghalang nya, Minami mengambil satu langkah besar kembali.

Tanpa membangun penghalang lain.

Bersandar ke depan untuk menghancurkan penghalang berikutnya, tubuh Tomitsuka kehilangan stabilitas.

Kelemahan dari jenis kontak gram Demolition adalah bahwa hal itu tidak dapat menghancurkan sihir tanpa secara fisik menyentuhnya. Hal ini menciptakan kesempatan yang nyaman untuk Minami karena Tomitsuka ceroboh, karena ia terobsesi dengan menghancurkan penghalang.

Minami, mengambil keuntungan dari saat ini, mengaktifkan sihir yang telah disiapkan.
 
Sebuah angin puyuh terbag ke bawah.

Sihir ini hanya menciptakan aliran udara ke bawah yang berpusat di sekitar pengguna, dan tidak memiliki kekuatan membunuh. Namun, Tomitsuka, yang telah mendekati Minami sepanjang waktu, terjebak dalam arus udara dan kehilangan posisinya.

Minami melilit dirinya di sekitar punggung Tomitsuka, mengambil pisau tiruan dan melemparkannya pergi.

Wajah tomitsuka memerah, yang pasti bukan hanya karena dia gugup. Melalui kain tipis dari pakaian senam  tidak mungkin dirasakan. Tapi untungnya untuk Tomitsuka, Minami tidak melihat rasa malu.

Mengait kakinya dari dalam, Minami melemparkan Tomitsuka ke depan.

Tomitsuka mencoba menggunakan gerakan rotasi untuk menahan Minami, tetapi dia, dengan terampil menggeser beratnya di sekitar, digantung pada tubuh Tomitsuka, sehingga melemparkannya ke tanah.

Tomitsuka berada di bawahnya.

Sebagai hasilnya, Minami duduk di punggung Tomitsuka,  "seperti seekor kuda", mencabut pisau tiruan dari pinggangnya, Ia menghunuskannya tepat ke leher Tomitsuka.

"Pertandingan berakhir! Sakurai-San menang! " Mikihiko mengumumkan ketika pertandingan pelatihan selesai.

Jika pisau itu nyata, tenggorokan Tomitsuka pasti sudah potong oleh Minami. Hasil dari pertarungan itu jelas bagi semua.

Ketika mereka selesai dengan pembersihan dan formalitas setelah pertarungan, Waktu sudah berlalu dan sekolah sebentar lagi tutup. Miyuki dan sisanya, setelah menyelesaikan pekerjaan Dewan siswa mereka, bergabung dengan kelompok Erika dan Leo dan akhirnya mereka semua berkumpul di kafe biasa.

"Hei, Sakurai-San, kau begitu kuat."

"Tidak, aku hanya beruntung hari ini..." Minami dengan rasa malu mencoba menyangkal kata Kasumi.

Semua yang hadir difokuskan pada pertarungan Minami.

"Aku rasa keberuntungan memang ada, tetapi tanpa kekuatan yang besar, kamu tidak mungkin mampu menang melawan Tomitsuka-kun." Erika campur tangan dengan wajah yang menunjukkan bahwa tidak ada yang perlu dikejutkan.

"Erika, Apakah kamu tahu tentang kekuatan sesungguhnya Sakurai?"

Yang bertanya adalah Leo, karena ia adalah anggota dari klub mendaki gunung yang sama seperti Minami dan kemampuan fisiknya sudah ia ketahui. Namun, menurut idiom "jangan menilai sebuah buku dari sampulnya", kesan orang lain terhadap Minami adalah "gadis lembut" dan karena otot tidak menonjol, fungsi motorik yang luar biasa juga tidak dapat dilihat. Jikapun ada, lebih baik untuk mendeskripsikannya sebagai seorang gadis yang tidak teratur dalam latihan.

Oleh karena itu untuk Leo, ini sesuatu yang tak terduga. Seolah-olah Erika telah lama menyadari kemampuan Minami.

"Sulit untuk memahami kecuali kamu berlatih dengan giat. Jika kamu melihat dengan seksama, mungkin kamu akan paham. "

"-Seperti itukah...?"

Aku bertanya-tanya apakah leo terkesan oleh Erika atau Minami? Atau mungkin keduanya.

"Tetapi saya mendengar dia tidak pandai dalam pendidikan jasmani."

Dengan nada biasa Izumi mengajukan pertanyaan sederhana ini pada Minami.

"Aku... aku hanya tidak pandai bermainan bola... "

Dengan serius menjawab kekurangannya, Minami tampak agak malu. Izumi, yang juga tidak pandai pendidikan jasmani, (bukan karena mereka tidak bisa melakukannya, tapi mereka hanya secara psikologis buruk) berhenti mempertanyakan Minami.

"Tapi saya pikir, seperti Sakurai-San katakan, hasilnya tidak hanya karena kemampuannya."

Terlalau  banyak pujian juga merupakan hal buruk, Mikihiko mengubah arah percakapan.

"Tampaknya Tomitsuka-kun cukup malu."

"Karena lawannya adalah seorang gadis?"

Mikihiko mengangguk ke pertanyaan Shizuku.

"Memilih pertarungan hand to hand mungkin merupakan suatu kesalahan."

"Apakah maksudmu bahwa akan lebih baik jika mereka hanya bertarung  dengan sihir?" Saburou, yang tidak mengetahui tentang Tomitsuka, mengungkapkan keraguan tentang perkataan Mikihiko.

"Karena sihir Tomitsuka khusus, dia tidak bisa melakukannya." Shiina segera memberinya jawaban ini.

Selanjutnya, Shiina menjelaskan arti julukan Tomitsuka  "Range Zero" ke Saburou, dan Honoka menuduh Tomitsuka: "jika itu terjadi, akan lebih baik untuk berhenti."

"Tapi dia sangat menyukainya, bukan?"

Meskipun Shizuku sedang membuat lelucon yang buruk, itu terdengar serius karena nada suaranya.

"By the way, Tomitsuka-kun tampaknya telah terpesona oleh pusar Minami-Chan..."

"Honoka, jelaskan." Shizuku menuangkan minyak ke atas api sebelum Minami menghentikan perkataan Honoka.

"Minami-Chan mengenakan seragam olahraga senam."

"Ya, itu sangat berani."

"Yah, itu dia. Minami-Chan membuat backflip untuk menghindari serangan Tomitsuka-kun. "

"Wow."

"-Pada saat itu, saat bajunya terangkat menunjukan lekuk tunuhmya. Tentu saja, itu dengan cepat disembunyikan lagi, tapi Tomitsuka-kun membeku untuk sementara, tak bergerak menatap pusar Minami-Chan. "

"Bersalah." Shizuku memutuskan tanpa ragu, setelah mendengar cerita ini.

"Dan wajahnya menjadi merah ketika Minami-Chan menyambar dari belakang..."  "yang benar saja" Minami berteriak ketika dia mendengar kesaksian tambahan Honoka.

Ya. Aku rasa... Itu karena dadamu menyentuhnya. "

"— ..."

Dari rasa malu, Minami menyembunyikan wajahnya di balik tangannya. Leo dan Mikihiko juga memerah sedikit dan dengan cepat memalingkan wajahnya.

"Hmm... Apakah menggunakan seragam Senamadalh untuk ini? " Erika tidak memiliki belas kasihan terhadap juniornya yang pemalu

"Minami-Chan ingin Tomitsuka-kun untuk membatalkan pertarungan tiruan ini."

Minami masih tidak mampu menjawab, dan Miyuki menyuarakan ide itu sebagai gantinya.

"Awalnya, Tomitsuka-kun meminta bertanding denganku."

"Jika itu terjadi maka pertandingan akan selesai dengan ceapt" Erika memotongnya.

Hal ini tidak hanya masalah perbedaan kemampuan. Tomitsuka, yang tidak bisa bertarung dalam jarak jauh, dan Miyuki, yang dapat membanjiri musuhnya dengan pengeboman magis dari kejauhan.

Jika aturan untuk pertempuran contactless digunakan, maka itu akan terkesan berat sebelah.

"Tomitsuka-kun jelas telah kehilangan kemampuan untuk membuat keputusan dengan tenang."

"Dan Minami mengulurkan tubuhnya sehingga ia bisa mendinginkan kepalanya." Erika mengangguk dengan wajah pemahaman.

"Omong-omong, saya belum pernah mendengar tentang hal itu, tapi mengapa Tomitsuka-kun meminta pertandingan ini?"

Pada titik ini, Mikihiko menyadari bahwa ia juga tidak tahu penyebabnya

"Tomitsuka-sempai ingin tahu di mana Shiba-sempai."

Izumi menjawab pertanyaan ini karena dia pikir Miyuki tidak mau menjawab.

"keberadaan Tatsuya?"

Mikihiko menggunakan ekspresi tanda tanya.

"Ibu tomitsuka-sempai tampaknya telah dirawat dirumahsakit."

"Ibu dari Tomitsuka-kun... Sejauh yang aku tahu, bukan dia itu Ketua Magic Asosiasi? "

“Ya. Seperti yang diharapkan, Yoshida-sempai juga mengetahuinya. "

Mikihiko tidak malu dengan pujian Izumi. Karena perhatiannya terfokus pada kelanjutan cerita.

"Hitsui-sama... Itu nama ibu Tomitsuka-sempai, tampaknya telah sangat ditekan oleh pemerintah, menuntut dia untuk membujuk Shiba-sempai. "

"Untuk membujuk dia mengambil bagian dalam proyek Dione?"

“Ya. Tampaknya dia terkena ulkus lambung akut karena stres... dan akan dirawat di rumah sakit selama sekitar sebulan. "

"— ... Ini bukan kesalahan Tatsuya, bukan? " Leo terjepit dalam percakapan.

"Aku juga pikir begitu."

Izumi segera mengangguk. Tidak ada yang keberatan dengan penghakiman yang Leo dan Izumi lontarkan.

"Tomitsuka-sempai mengatakan hal yang sama. Tapi pada kenyataannya... Dia jelas berpikir bahwa Shiba-sempai bertanggung jawab. Dia ingin tahu alamat Shiba-sempai sehingga ia bisa mencoba untuk membujuk dia untuk berpartisipasi dalam Project Dione. "

"Dia ingin melakukan sesuatu... Untuk ibunya." Mizuki bergumam dengan simpati.

"Berbicara tentang Tomitsuka-kun... Tampak sangat tertekan setelah pertandingan. " Bahkan Honoka, yang sebelumnya memarahi Tomitsuka karena perilakunya yang kasar, menyerah pada suasana simpati ini.

"Tapi untuk menyalahkan ini pada Tatsuya-kun ini agak ... seperti  kesalahpahaman." terjang Erika.

"Bukankah Tatsuya sudah mengatakan kepada mereka, apa yang akan dilakukannya sekarang? Dan aku pikir menghentikannya atau menyalahkannya adal sesuatu yang tidak benar. " -Leo keberatan dengan tindakan Tomitsuka, melihat mereka dari sudut yang berbeda.

"Namun,orang berpikiran seperti Tomitsuka-sempai cukup banyak, namun mereka tidak berani menunjukannya kepermukaan. Aku sedang berbicara tentang orang yang berpikir bahwa Shiba-sempai adalah salah, dan merasa mereka benar. "

Kasumi tidak secara emosional melekat pada Tatsuya, dan tidak bersimpati dengan dia atau posisinya. Oleh karena itu dia bisa menarik kesimpulan dari posisi pihak ketiga yang netral. Baik Miyuki, maupun Erika, maupun orang lain, dapat menolak asumsi itu.
------------------------
------------------------
Jangan lupa untuk berkomentar :3
Follow juga Instagram dan Fp facebook kita.
Buka Komentar
Tutup Komentar

4 Responses to "Mahouka Koukou no Rettousei Volume 24 Chapter 07 Bahasa Indonesia"

berkomentar dengan sopan :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel