Mahouka Koukou no Rettousei Volume 25 Cahpter 3 Bahasa Indonesia

Volume 25 Chapter 3

Senin, 10 Juni. 

Terlepas dari peristiwa serangan kemarin, kesehariannya masih terus berlanjut. 

Meskipun Miyuki tidak bisa berhenti mengkhawatirkan Minami, namun dia masih sempat pergi kesekolahnya. 



"Maaf merepotkanmu padahal anda sedang sibuk...?" Minami meminta maaf kepada Tatsuya. Dia, berbaring dan bagian atasnya bersandar di tempat tidur rumah sakit. Dia belum mampu menggerakkan tubuhnya, jadi separuh atasnya dibalut dengan exoskeleton yang dapat membantunya (perangkat medis yang membantunya menopang beban tubuhnya). 

"Aku dibebaskan dari kelas. Jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan-nya. " 

"Tapi..." 

"akan lebih baik jika aku berbohong dan sedikit lebih lama bolos untuk sekedar beristirahat?" 

Tidak peduli berapa banyak dia mengatakan "Jangan khawatir"  pada Minami tapi tetap saja itu tidak meyakinkanya. Untuk menghentikan pertanyaan lain yang tidak berguna, Tatsuya secara paksa mengubah subjeknya. Terlepas dari tujuan mengirimkan pembicaraan ke arah yang lain, dia tidak terganggu sama sekali dengan exoskeleton yang Minami pakai. 

Dokter menyarankan bahwa jika Anda menggunakan dukungan ini, dan tidak hanya berbaring, Anda dapat dengan cepat kembali ke kehidupan sehari-hari. 

"Tapi itu bukan hal yang sangat nyaman untuk dilihat." 

Tatsuya terbiasa dengan peralatan semacam ini karena Mobile suitenya juga mempunyai konsep yang sama. Sistem ini memiliki tingkat umpan balik yang tinggi, jadi dia tahu bahwa itu tidak mempersulit gerakan. Tentu saja, mungkin ada perbedaan kinerja dengan peralatan milik militer, tapi tetap saja peralatan ini sungguh sangat membantu dalam pergerakanmu. 

Titik tumpu exoskeleton pada lantai dan berbagai hal dalam keseimbangannya juga telah di perhitungkan maka, pengguna tidak akan merasa berat ketika berjalan menggunakan perangkat ini.

Namun, karena perangkat ini melekat langsung pada tubuh, sehingga ada rasa sedikit tekanan dan geli pada kulit.

Tatsuya berspekulasi begitu, tapi... 

"Ya itu memang benar. Tapi kepekaan kulit saya masih belum normal kembali, sehingga untuk sebagian besar saya tidak merasa bahwa saya memakainya. " 

... Dia tanpa disadari membulatkan matanya setelah mendengar respon tak terduga dari Minami.

"Apakah kamu lumpuh...?" dengan suara yang tenang Tatsuya bertanya, cepat pulih dari kejutannya. 

"Untuk mengatakan ini gejala  kelumpuhan itu berlebihan ... ini hanya sedikit mengganggu. " 

DeMenjawab suara serius Tatsuya, Minami tidak tahu apa yang harus dikatakanya seolah-olah dia berada di bawah tekanan psikologis. Tapi dia jelas tidak keberatan tentang kecemsan Tatsuya.

"Apa yang dokter katakan?" 

"Saya diberitahu bahwa baik otak maupun sistem saraf mengalamai guncangan, sehingga menyebabkan anomali sementara pada tubuh sepertihalnya kelelahan." 

"Jika seperti itu, itu cukup baik." 

Walau bicara seperti itu, tapi wajahnya tetap saja menampilkan raut kecemasan.

"Tatsuya-sama... Bisakah saya mengajukan satu pertanyaan? " 

Minami tidak dapat memahami mengapa dia mengajukan pertanyaan ini. 

"Tentusaja." 

Namun, pada saat itu dia, untuk beberapa alasan, tidak bisa menjaga keraguan kepada dirinya sendiri. 

"Mengapa Tatsuya-sama sangat mencemaskan saya?" 

Pertama, Tatsuya sedikit mengerutkan alisnya, tidak memahami makna di balik pertanyaan. Tapi wajahnya dengan cepat berubah menjadi "memahami "arti dari pertanyaaannya, dan senyum pahit pahit juga muncul dari wajahnya.

"-Ya, itu cukup aneh bagiku yang tidak memiliki emosi ini, bisa peduli terhadap orang lain." 

"T-tidak, tidak bukan itu yang saya maksudkan!" 

Minami bergegas mencoba mengoreksi kesalahan Tatsuya. 

"Tidak apa-apa. Karena semua itu benar. " 

Meskipun ia berkata begitu, Minami menyadari apa jenis kesan tersembunyi di balik pertanyaanya. Minami merasa malu. Sehingga langsung minta maaf. 

"Apa yang salah dengan asumsimu, kamu pikir saya adalah orang asing bagimu." 

Secara tak disadari Minami kebingungan.  "eh...?". 

"Minami, berapa banyak yang kamu tahu tentang diriku?" Tatsuya balik bertanya.

Tapi Minami tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Tatsuya memahami hal itu. Jadi dia memberikan jawaban atas pertanyaanya sendiri. 

"Terkecuali untuk setiap kasus yang berkaitan dengan Miyuki, aku tidak bisa memiliki emosi nyata. Mungkin akan lebih akurat untuk mengatakan bahwa aku tidak dapat memiliki emosi yang kuat. " 

Hal ini diketahui oleh Minami. Itu sebabnya dia tidak mengatakan apa-apa. Itu merupakan hal  penting dan rahasia yang orang asing tidak tahu. 

"Tapi Miyuki menganggapmu sebagai seorang adik. Minami, kamu adalah keluarga untuk Miyuki. Dan aku juga mengerti bahwa seorang gadis bernama Sakurai Minami sangat terkait erat dengan Miyuki-San. Aku khawatir padamu, karena Miyuki juga mengkhawatirkanmu dari lubuk hatinya. Mungkin sedikit kasar, tetapi melalui Miyuki, aku sangat meng-khawatirkanmu. " 

"... Saya sangat bersyukur, ini adalah kehormatan bagi saya. "

Miyuki menganggap dirinya sebagai seorang saudari. Minami sangat "bersyukur." 

Tatsuya khawatir tentang dirinya melalui kasih sayangnya terhadap Miyuki. Ini adalah sebuah kehormatan bagi Minami. Minami memahami bahwa, setiap emosi Tatsuya yang menyertai keterikatan dengan Miyuki itu nyata. 

"Aku juga tidak mengerti tentang perasaan seperti ini, tapi..." 

Tampaknya Tatsuya tidak dapat memahami apa jenis proses mental yang bisa menyebabkan kata seperti itu muncul dari Minami. 

"— .. Saya mohon maaf. " 

"jangan  khawatirkan soal itu." 

Minami tidak dapat menjelaskan pemikirannya. Dia lebih suka menarik jawabannya daripada menanggapi kehendak-Nya. 

"—... Nanti malam, aku akan datang lagi bersama Miyuki. Jadi, Lupakan tentang tugasmu dan fokus pada penyembuhanmu. " 

“Ya. Saya akan mengikuti saran Anda. " 

Minami membungkuk ke Tatsuya dengan gerakan samar yang nyaris terlihat dari kepalanya. 

◊ ◊ ◊

Terus terang, Miyuki ingin bolos sekolah hari ini. 

Dia tidak yakin bagaimana dia akan mampu berkonsentrasi pada studinya dengan kondisi Minami saat ini. Sebaliknya, ia ingin berada di dekat Minami. 

Namun, dia tidak bisa membantu perawatannya, bahkan jika dia ada di sana. Sebaliknya, dia tidak diizinkan untuk datang. Dia diberitahu bahwa dengan tinggal di dekat dia untuk jangka waktu yang panjang, dia tidak sadar memancarkan gelombang Psion yang bisa membangkitkan daerah perhitungan sihir Minami, yang mana itu akan mencegah penyembuhannya. 

Dia tidak bermaksud untuk memancarkan gelombang Psion secara kebetulan. Ini biasa terjadi sebelum hari dimna Ikrar yang membagi kekuatannya di rusak. Tapi dirinya sekarang, memiliki kemampuan untuk mengendalikan sihir, dan ia tidak akan sembarangan mengerahkan setiap tekanan pada penyihir lain. 

Namun, dia tidak setuju bahwa dibandingkan dengan kemampuan Tatsuya untuk mengendalikan Psion, kontrolnya masih lemah. Miyuki menyadari bahwa jumlah Psionya tidak mencapai tingkat Tatsuya, tapi dia masih memiliki jumlah yang jauh lebih tinggi daripada para penyihir lainnya, sehingga ia tidak dapat menyangkal kemungkinan berdampak negatif terhadap kesehatan Minami. 

Untuk alasan ini, Miyuki meninggalkan Minami dan, seperti biasa, pergi ke sekolah. 

Segera setelah dia memasuki kelas, Honoka dan Shizuku datang kepadanya dengan wajah yang cemas. 

"Miyuki, Apakah itu semua benar?" 

"Apa yang kamu bicarakan?" 

Dia tidak berpura-pura tidak mengerti. Karena  Jika itu adalah pertanyaan tentang sesuatu yang lain, itu bisa menjadi kesalahan untuk mengungkapkan informasi yang harus dirahasiakan. 

Dalam kasus khusus ini, bagaimanapun, kewaspadaan tersebut adalah kesia-siaan. 

"Tempat yang disebutkan dalam pernyataan pemerintah kemarin, itu adalah Villa di mana Tatsuya-sama tinggal dkan!? Miyuki, kau bilang kamu pergi ke sana tadi malam! " 

Ternyata Honoka dan Shizuku menyadari bahwa target dari sihir itu adalah Tatsuya. 

“Ya. ... Tatsuya dan aku baik-baiksaja, tapi Minami-Chan harus pergi ke rumah sakit. " Miyuki mengatakan dan duduk di tempatnya. 

"Ya!?" 

"— ... Apakah dia terluka? " 

Honoka membeku dalam shock, dan Shizuku bertanya, duduk di kursinya, dengan punggungnya berbalik. Kursi Shizuku berada tepat di depan Miyuki. 

"Ini bukan luka, tapi... Sesuatu seperti itu. " 

Miyuki memberikan jawaban yang samar untuk pertanyaan Shizuku. Overheating area perhitungan sihir hanya dialami penyihir, tetapi masih tidak berlaku untuk penyakit normal atau cedera. Meskipun tubuh dan pikiran adalah hal yang berbeda, tidak ada perbedaan antara mereka dalam pengertian "sesuatu yang mirip dengan luka", sehingga kata-katanya tidak bisa disebut kebohongan. 

"Aku mengerti... Seberapa buruk itu? " 

Shizuku tidak menginterogasi kondisi Minami. Dia hanya bertanya apakah itu cedera serius atau luka ringan. 

"Belum diketahui berapa lama dia akan berada di rumah sakit..." 

Wajah Miyuki tampak khawatir. 

"Begitukah... Aku juga mencemaskan dirinya. " 

Raut Khawatir juga nampak di wajah Honoka dan Shizuku. 

"Bisakah kita datang dan melihatnya?" 

"Ini bukan penyakit menular, jadi aku kira itu tidak akan menjadi masalah. Namun aku harus bertanya dulu pada dokternya. " 

Miyuki tidak segera menanggapi permintaan Shizuku. Miyuki senang bahwa mereka ingin mengunjungi Minami, tetapi, mengingat keadaannya, dia tidak dapat memberikan persetujuan sendiri. 

"Oke." 

"Tolong beritahu aku ketika kamu mendapatkan izin dari dokter." 

"Tentu saja." Dengan sedikit senyum Miyuki mengangguk ke Honoka.

◊ ◊ ◊

"Siapa yang ada di sana?" Minami bertanya, setelah mendengar ketukan di pintu ruangan yang didedikasikan untuknya. 

Ini sekitar jam 11 sekarang. Tatsuya harus berada di Izu dan Miyuki di sekolah. 

Rumah sakit ini berada di bawah kendali keluarga Yotsuba, tapi itu tidak secara eksklusif digunakan untuk keluarga Yotsuba. Sebagai Poliklinik, tempat ini juga bisa merawat pasien biasa. Namun, Minami telah mendengar bahwa di blok di mana kamarnya berada, orang hanya diperbolehkan masuk adalah orang yang telah melewati pemeriksaan yang ketat. 

Minami percaya bahwa kemungkinan orang yang mencurigakan untuk masuk sangat rendah. Jadi dia berpikir bahwa seseorang yang terkait dengan Yotsuba datang untuk melihat kondisinya, tapi dia salah. 

"Ini Kudou Minoru." 

Jawaban yang datang dari balik pintu itu sama sekali tak terduga bagi Minami. 

"MI-Minoru!!" 

Minami terkejut sambil berteriak "apa!" dalam pikirannya. 

Tapi seruan ini bukan karena pertanyaan seperti "bagaimana Minoru tahu bahwa aku berada di rumah sakit" atau "bagaimana Minoru tahu rumah sakit ini", tetapi karena rasa malu. 

Namun, dia hanya bingung sejenak. Dia dibesarkan, sesuai dengan seorang gadis usianya, mengingatkannya pada posisi apa dia sekarang. 

Di pagi hari, sebelum Tatsuya datang, ia berhasil membersihkan diri. Namun, sejak saat itu dia telah berbaring dalam keadaan setengah tertidur, dan rambutnya pasti berantakan. Selain itu, dia tidak bisa bertemu Minoru dalam postur yang menurutnya memalukan ini... 

"Silakan tunggu sebentar!" 

Reaksi Minami cepat, namun tangan kanannya bergerak perlahan. Dengan tangan ini, dia menekan tombol besar pada kontrol otomatis tempat tidur. 

Tempat tidur menekuk, mengangkat separuh bagian atas tubuh Minami. 

Didukung oleh exoskeleton, Minami sedikit mendorongnya menjauh dari tempat tidur. Hal ini dilakukan sehingga ada celah kecil antara tempat tidur dan bagian belakang Minami. Dengan menggunakan celah ini, dia memutus setengah dari eksoskeleton kanan dan kirinya. 

Eksoskeleton hanya dipakai pada separuh bagian atas tubuh Minami. 

Dengan menggunakan bagian exoskeleton, ia dapat membantu gerakan tangannya. Minami mengambil cermin dan sisir dan bergegas merapikan rambutnya yang berantakan 

Bahkan, dia juga ingin melakukan make-up, tetapi di rumah sakit, itu tidak diperbolehkan.

"— ... Maaf membuatmu menunggu. Silakan masuk. " 

AI di dalam ruangan menganalisis suara Minami dan membuka kunci pintu. 

"Maaf meng-ganggu..." 

Menjawab dengan suara yang tidak tegas, Minoru memasuki ruang. 

Pada saat itu ruangan dipenuhi dengan cahaya sakral. 

Seolah-olah Ruangan itu penuh dengan cahaya putih murni yang turun dari langit. 

... Tentu saja, tontonan ini hanya terungkap dalam imajinasi Minami. 

"Sakurai-San, anu... Bagaimana perasaanmu  saat ini? " Minoru bertanya dengan senyum pemalu, tidak melihat tampilan aneh diarahkan padanya oleh Minami.

Dengan bantuan Minoru, percakapan yang biasa dimulai, dan Minami kini keluar dari dunia imajinasinya. 

Ketika pikirannya kembali ke realisasi apa yang terjadi, dan muncul pertanyaan. 

... Bagaimana Minoru tahu aku berada di rumah sakit? 

... Bagaimana Minoru tahu bahwa aku sedang dirawat di rumah sakit ini? 

Tapi sebaliknya dia tidak menanyakan hal itu pada Minoru. 

“Ya. Aku tidak merasa tidak nyaman, seperti rasa sakit atau penderitaan. Dokter mengatakan bahwa meskipun kekuatan tubuh belum kembali, aku akan segera lebih baik. " 

Minami menjawab dengan rendah hati untuk pertanyaannya. 

"Itu bagus." 

Minoru tersenyum luas. Pipi pucat Minami memerah. 

Jika senyum Minoru telah berlangsung sedikit lebih lama, Minami akan kehilangan kesadaran karena alasan yang berbeda dari kelelahan. 

Minoru menatap Minami dengan mata yang serius.

Minami bahkan tidak menyadari bahwa kesadarannya berangsur-angsur menghilang. Bahkan pertanyaan sepele seperti "mengapa kau tidak di sekolah" terbang keluar dari kepalanya ketika ia melihat sosoknya.

"— ... Sakurai-San. Selain itu, Apakah ada sesuatu yang yang terjadi pada tubuhmu? " 

"Sesuatu yang lain?" 

Dia bertanya seperti dokter. Minami merasa ada kecurigaan yang terdsirat dari kata-katanya. 

"— misalnya, Apakah penglihatanmu sedikit buram atau Dapatkah kamu mendengar semuanya dengan benar?" 

"— ......" 

Dia hanya memiliki gejala kelelahan. Tapi apakah tidak masalah untuk berbicara tentang hal ini pada Minoru? Itu bukan masalah sederhana, kan? ... Untuk alasan ini, Minami ragu untuk merespon. 

"Tidak perlu untuk menjawab orang luar seperti sepertiku. Itu yang mungki kamu pikirkan. Tapi ini adalah masalah penting. Sakurai-San, Aku ingin kamu menjawabnya dengan jujur! "


Namun, dia tidak bisa ragu dengan tatapan serius Minoru padanya. 

"— ... aku merasa indra sentuhanku sedikit berkurang... " 

"Indra perasamu melemah!?" 

Wajah Minoru mendekati wajah Minami. Minami, yang tidak mampu menahan itu, memalingkan wajahnya dengan alasan "aku tidak bisa terus melihat wajahnya", dan "Aku mera malu". 

"Ya, itu. ... Sekarang, Minoru panggil saja aku Minami saja.”

Dengan rasa terkejut karena tanpa sadar mendekat keminami, Minoru dengan cepat menarik diri. Menyadari bahwa ini adalah apa yang Minami inginkan, ia pindah ke jarak yang tepat. 

"-Uh, tapi..." 

Minoru adalah seorang pemuda tampan, tetapi pengalamannya dalam berurusan dengan lawan jenis adalah nol. Keindahan misterius memaksa gadis untuk mundur, dan tidak berani mendekati dia. 

Meskipun penyebabnya bukan karena ia "orang yang tidak populer", tetapi untuk Minoru, menjadi salah satu "orang populer", itu masih agak sulit untuk "memanggil seorang gadis cantik dengan nama depanya".

"Kalau tidak, aku tidak akan punya pilihan selain memanggilmu" Kudou-sama " 

Wajahnya Minami dan Minoru menjadi lebih merah. 

Mengingat status Minami dan Minoru, dia, sejak awal, harus mengatakan Kudou. 

Tapi Minami mulai memanggil Minoru "Minoru-sama", ketika ia sepakat untuk memanggil Tatsuya dan Miyuki dengan nama mereka, karena sulit untuk membedakan mereka, karena keduanya disebut "Shiba-San". Oleh karena itu "Kudou-sama" adalah pilihan yang tepat untuk digunakan ketika Tatsuya dan Miyuki tidak hadir. 

Minami mungkin mengerti hal ini. Tapi meskipun dia mengerti, dia tampaknya ingin terus memanggilnya "Minoru-sama". 

"Aku mengerti, Minami-San." 

Setelah melihat ekspresi wajah Minami, Minoru melupakan rasa malunya. Dan setelah mendengar kata-katanya, ia menjawab secara reflektif. Tampaknya Minoru juga ingin dia terus memanggilnya dengan nama depannya. 

"Anu ... Minoru." 

"— ......" 

"— ......" 

Tapi perasaan malu mereka tidak menghilang. Dan kali ini bukan hanya Minoru. Perasaan malu dari salah satu dari mereka meningkatkan perasaan yang lain, dan ruangan itu dipenuhi dengan suasana masa muda.

"— ... Eh... Apakah dokter mengatakan hal lain tentang rasa sentuhanmu? 

"Oh, ya, dia... Aku diberitahu bahwa otak maupun sistem saraf mengalami guncangan dan menimbulkan sedikit kerusakan, namun itu hanya anomali sementara... " 

Wajah Minoru menjadi suram ketika ia mendengar jawaban dari Minami. Ketika Minami melihat perubahan dalam wajah Minoru, kecemasan nya mulai tumbuh. Meskipun ia bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi, ia sebenarnya ketakutan oleh anomali dalam tubuhnya. 

Keluarga Yotsuba bercerita tentang ketidakstabilan penyihir yang dimodifikasi. Dia tahu bahwa suatu saat nasib ini akan menyusul dia. 

... Ada kemungkinan bahwa "suatu hari" akan datang. 

Itu adalah kebohongan jika kamu mengatakan bahwa Minami tidak berpikir tentang hal ini. 

Jika itu hanya kerusakan alami dari tubuh, itu tidak akan mengganggu dirinya. Namun, jelas bahwa ini bukan anomali biasa dari lima indra. Minami tahu hal ini disebabkan oleh overloading area perhitungan sihir. Dan dia tahu bahwa kematian mendadak orang yang dimodifikasi juga terkait dengan penggunaan sihir yang berlebihan. 

Dia memberikan semua kekuatannya untuk melindungi Miyuki. Dan dia tidak menyesalinya. Pada saat itu, dia tidak berpura-pura, tapi dia benar-benar siap untuk menyerahkan hidupnya, dan bahkan sekarang dia tidak menyesal. 

Tapi dia terlalu takut untuk berpikir tentang kematian. Jadi dia mencoba untuk tidak berpikir tentang hal itu. Dia berbohong kepada dirinya sendiri dan berpura-pura bersikap dingin tentang hal itu. 

Namun, sekarang Minami melihat wajah serius Minoru, itu kembali mengigatkannya akan rasa takutnya. 

"Minami-San, anu, bisa aku menyentuh tanganmu...?" 

"— ... Ya silahkan? " 

Jika ini dikondisi lain, Minami tidak akan merespon begitu tenang. Kecemasan menyebar dalam pikirannya dan melemahkan rasa malunya. 

Dengan bantuan exoskeleton, Minami membentang tangan kanannya ke Minoru. Sisi lain tampak malu. Terlepas dari kenyataan bahwa itu adalah permintaannya, pipi putihnya sedikit memerah. Minoru menaruh telapak tangan kanannya di bawah telapak tangan Minami yang membentang. Dan ia meletakkan tangan kirinya di belakang tangannya. 

Seperti yang diharapkan, Minami segera memerah karena tindakan ini. 

Minoru perlahan menggerakkan tangan kirinya. Pipinya masih merah, tapi matanya serius. 

Mata Minoru dengan intens diarahkan ke Minami. 

Minoru mengerutkan alis nya beberapa kali, seolah-olah merasa tahu sesuatu yang dokter dan Minami tidak tahu. 

Setelah sekitar satu menit, Minoru melepaskan tangan Minami, mengambil napas dalam-dalam dan dihembuskan. Mungkin dia begitu terkonsentrasi sehingga ia lupa bernapas. 

"— ... Minami-San. Ini mungkin terdengar kejam, tapi luka Minami-San belum sembuh. Area perhitungan sihirmu masih rusak. Bahkan jika kondisi fisik dipulihkan, masih belum diketahui jika kamu dapat kehilangan kesadaran lagi. " 

"— ... Jadi seperti itu. " 

"Aku tahu ini sulit untuk percaya." 

Tapi Minami bukan tidak percaya pada kata Minoru. Sebaliknya, ia percaya pada dirinya sendiri. Minami berpikir ini, ketika dia menyadari bahwa ia kehilangan indra perasanya.

"Aku ingin kamu percaya padaku." 

Minami terkejut dan mengeluarkan suara "Uh?". 

Sebuah kepercayaan...? Kata itu tak terduga bagi Minami. 

Tapi keraguan itu segera dijawab. 

"Aku akan mencari cara untuk menyembuhkanmu. Itu sebabnya aku tidak ingin kamu menyerah. " 

Pertanyaan yang sekarang muncul di kepala Minami adalah "Mengapa?". 

"— ... Oke. Kalau begitu akan mengandalkanmu, Minoru. " 

Jawaban yang dia berikan tidak terduga, baik untuk Minoru dan untuknya. 

◊ ◊ ◊

Ketika Tatsuya, yang sedang bersiap-siap untuk pergi meninggalkan vila di Izu. Waktu menunjukan pukul 1 siang. Dia tidak perlu melakukan hal seperti pengepakan dan pemuatan barang pribadinya, tapi dia tidak bisa mempercayakan transfer data penelitian penting kepada orang lain. 

Pixi seperti biasa menyiapkan makan siang untuk Tatsuya. Dapur dan semua peralatan dapur awalnya bagian dari Villa, dan bukan hanya peralatan dapur, tetapi sebagian besar perlengkapan dan pakaian di Villa ini disiapkan oleh rumah utama Yotsuba, jadi tidak ada banyak barang bawaan yang akan dibawanya ke rumah di Chofu.

Makan Siang agak terlambat karena dia lebih memimilh untuk menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.

Di meja di ruang makan, hanya ada Tatsuya. Pekerja lain yang membantu pemindahan pergi ke tempat lain untuk makan siang di sana. Tatsuya bisa memahami perasaan mereka, karena mereka mencoba untuk menghindari duduk dengan "orang penting", jadi dia tidak memaksa mereka untk bergabung bersama di meja makan.

"Tatsuya-sama, maaf mengganggu makanan Anda." 

Ketika Tatsuya sudah selesai melahap semua hidangan dan kini sedengan menikmati kopi sorenya, Hanabishi Hyougo masuk. Hari ini ia tidak pakaian pormal biasanya, ia hanya menggunakan celana dan jaket yang mirip dengan seragam kurir ke sebuah perusahaan. Karena usianya yang masih muda, penampilan ini cocok untuknya. Banyb penampilanya itu kurang modis di jaman sekarang. 

Seperti biasa, dia dengan sopan membungkuk.

"Tidak, aku sudah selesai makan. Lalu ada masalah apa? " 

"Saya menerima laporan dari orang yang bertanggung jawab atas Chofu Aoba Medical Clinic." 

Chofu Aoba Medical Centre, itu adalah nama rumah sakit tempat di mana Minami dirawat. Tatsuya merasa cemas untuk sesaat jika saja masalah itu adalah kondisi Minami yang makin memburuk, tetapi dia dengan cepat menyerah pada pemikiran ini. Jika demikian, nada suara Hyougo akan lebih serius lagi. 

"Lalu..!?." 

"Sekitar pukul 11, seseorang telah mengunjungi Sakurai di kamarnya." 

Untuk hyougo, Minami adalah salah satu pelayan yang melayani keluarga Yotsuba. Sebagai seorang Butler, ia memiliki status yang lebih tinggi darinya. Jadi itu normal baginya untuk memanggilnya seperti itu. 

"Ada yang mengunjunginya? Tapi bukannya jumlah orang yang diperbolehkan untuk mengunjunginya dibatasi? " Tatsuya menanyakan pertanyaan ini. 

"Staf rumah sakit memahami itu. Namun, mereka tidak bisa mengabaikan orang ini. Mereka telah mengajukan permintaan ke rumah utama, dan dia diberi izin. " 

"Siapa itu?" 

Dari pernyataan tersebut jelas bahwa itu bukan pengunjung biasa. Selain itu, ia mengatakan bahwa orang itu diberi izin dari rumah utama. Tatsuya tidak bisa menebak siapa pengunjung ini. 

"Anak ketiga dari keluarga Kudou, Kudou Minoru-sama." 

Minoru adalah anak bungsu dari lima bersaudara keluarga minoru. 

"Minoru...?" 

Hal pertama yang muncul di kepala Tatsuya adalah pertanyaan umum, mengapa Minoru datang pada hari kerja. 

Dia tidak berpikir bagaimana Minoru tahu bahwa Minami berada di rumah sakit. 

Fujibayashi memberitahunya.... Tatsuya dengan cepat sampai pada kesimpulan ini. Bahkan, informasi ini harus tetap berada di dalam tentara, tetapi Fujibayashi sampai batas tertentu bersimpati terhadap Minoru. Jika Minoru telah memohon, unformasi itu pasti dibocoran. Selain itu, untuk SelfDefense Forces, informasi ini tidak perlu dijaga kerahasiaannya. 

Setelah memikirkan ini, Tatsuya tetap tidak bisa memahami alasan mengapa ia datang untuk mengunjungi, bolos sekolah dan seolah-olah terburu-buru. Minoru mengenal Minami hanya tiga hari. Mereka memang memiliki kompitibelitas yang baik namun ia tidak melihat bahwa mereka benar-benar menjadi teman yang begitu akrab. 

Di Kyoto, Minami merawat Minoru yang sakit, sehingga kemungkinan bahwa ia mungkin memiliki perasaan tertentu terhadapnya. Tapi bahkan dengan pemikiran itu, itu terlalu cepat. 

Tatsuya tidak tahu karakter Minoru, namun dia dapat menyimpulkan bahwa ini bukan seperti minoru yang biasanya.

Meninggalkan Tokyo dan dan bolos sekolah, itu bukan Minoru yang ia kenal. 

"Omong-omong, Apakah Minoru masih di rumah sakit?" 

Jika ia masih di Chofu Aoba Medical Centre, Tatsuya ingin menanyakan langsung apa niatnya. 

"Tidak, dia sudah pergi. Sepertinya Dia menghabiskan sekitar 20 menit di rumah sakit. " 

Namun, pada kenyataannya, ini tidak sesuai dugaan Tatsuya. Ia pikir Minoru menghabiskan waktu lebih lama diasana.  

“Itu bukan hanya kunjungan biasa, kan? Apakah dia memiliki tujuan lain?”a 

“Terlalu sedikit data untuk menyimpulkan niat sibalik kunjungan Minoru.” 

"Hububganku cukup baik Minoru. Dan apakah ada laporan lainnya? " 

"Tidak hanya itu saja." 

Hyougo membungkuk dan undur diri dari hadapan tatsuya. 

Ketika Hyougo pergi, Tatsuya berpaling ke Pixie, yang duduk tak bergerak di sudut ruang makan, seperti hiasan. 

"Pixie, terminal informasi." 

"Ya." 

Tidak menjawab secara telepati, tetapi melalui speaker mekanik built-in, Pixie dengan cepat membawa terminalnya. 

Musim gugur lalu, Tatsuya bertukar informasi kontak dengan Minoru. Setelah kasus yang berkaitan dengan Zhou Gongjin, mereka tidak pernah berkomunikasi lagi setelah itu, dan jika Minoru tidak mengubah ID-nya, ia bisa dihubungi. 

Namun, harapan Tatsuya sirnah, ID itu sudah tidak valid. Link Identifier (ID) yang dilampirkan ke terminal informasi tertentu tidak dapat digunakan kembali. Namun ada catatan ID baru yang dapat ia hubungi.  Setelah ia hubungi tidak ada tanda Minoru mengankatnya. 
  
Dalam ketiadaan hubungan, hanya akan ada spekulasi. Tatsuya memutuskan untuk sementara menunda kecurigaan atas tindakan Minoru. 

◊ ◊ ◊

Ketika Tatsuya mencoba menghubungi Minoru, ia sedang menuju ke Nara dengan kereta jarak jauh atau sering disebut Traileri. 

Tapi ini bukan alasan mengapa ia tidak menjawab telepon. 

Sebuah trailer adalah subspesies dari kereta jalan yang membawa kabin Penumpang.


kabin trailer pribadi  layaknya kamar tertutup. 

Lalu mengapa Minoru tidak menjawab teleponnya? Apa karena ia tidak menggunakan Ringtone sehingga ia tidak mendengarnya. 

Pada titik ini, Minoru sedang melakukan percakapan mental di kepalanya. 

Itu bukan teknik berpikir dalam bentuk percakapan dengan dirinya sendiri. Dia tidak dapat mendengar suara apa pun, ketika berkonsentrasi pada percakapan yang dia lakukan dengan "pengetahuan", yang dulunya merupakan hantu Zhou Gongjin. 

Minoru bertanya tentang metode pengobatan untuk Minami. Namun  jawaban dar "pengetahuan" ini tidak memberi harapan positif baginya. 

"Sangatsulit untuk menyembuhkan area perhitungan sihir." 

"Artinya, itu tidak dapat disembuhkan? Mengapa? bukannya kepala keluarga Ichijou berhasil pulih, bukan? " 

Terlepas dari kenyataan bahwa penyebab penyakit Ichijou Gouki seharusnya dirahasiakan, tetapi di antara sepuluh Master Clans, mereka semua memahami bahwa itu adalah overheating dari area perhitungan sihir.
Ada pengumuman dari keluarga Ichijou bahwa pemulihan berhasil, dan keluarga Kudou menyimpulkan bahwa informasi ini benar. 

"Kerusakan yang diterima oleh Ichijou Gouki sepertinya tidak serius." 

"Maksudmu bahwa kerusakan yang dialami Minami-San lebih parah!?" 

"Saya percaya bahwa dia akan dipulihkan secara fisik. Dokter tidak berbohong tentang hal itu. " 

"Secara fisik?" 

"Jika dia beristirahat untuk beberapa waktu, pelemahan tubuh fisiknya dan kegagalan parsial dari rasa sentuhan harusnya kembali pulih dalam waktu yang relatif singkat." 

Minoru menjadi sedikit lebih tenang ketika ia mendengar hal ini. Namun, kecemasan dengan cepat kembali. 

"Namun, penyebab cedera tubuh fisik adalah kerusakan yang dialami di area perhitungan sihir, kan? Jika area perhitungan sihirnya rusak, maka kerusakan fisiknya juga akan kembali lagi?” 

"Probabilitas bahwa itu akan terulang lagi secara alami agak kecil. Tidak seperti "Saya", ia tidak harus terus-menerus mendukung aktivitas berlebihan Psions pada tingkat yang tubuh fisik tidak dapat dapat ditahan. " 

Jawaban "pengetahuan" hanya menambah kecemasan pada Minoru. Biasanya aktivitas tinggi dari penggunaan Psions adalah indikator dari penyihir yang luar biasa. Tapi dalam kasus Minoru, ini adalah belenggu, yang mengikat dirinya di tempat tidurnya. 

Minoru mulai gundah dalam pikirannya. Sekarang prioritas utama adalah mencari cara untuk menyembuhkan Minami. 

Itu bukan waktu untuk memikirkan masalahnya. 

"Jadi penyakit yang menyerang tubuh fisik akan terus terjadi jika ia meningkatkan aktivitas Psion-nya?" 

Ketika kamu menggunakan sihir, aktivitas Psion terjadi di di dalam tubuh penyihir. Semakin kuat sihir, semakin intens kegiatan ini. Jika aktivitas Psion yang meningkat akan membahayakan tubuh fisik, itu berarti bahwa Minami tidak bisa menggunakan sihir yang lebih tinggi,
  
"Itu benar. Dibandingkan dengan "saya", kondisinya terlihat jelas, sehingga tidak akan mengganggu kehidupan kesehariannya. Namun, seperti halnya "saya", aktivitasnya sebagai penyihir akan terbatas. " 

Minoru dengan tanpa disadari menggertakan giginya.

"Tapi bagaimana dengan Minami? Apakah dia tidak dapat menggunakan sihir lagi? " 

"... Apakah dia bisa hidup normal tanpa menggunakan sihir? " 

"Sayangnya, saya tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Dia mewarisi tubuh orang yang dimodifikasi. Mungkin bahkan kedua orangtuanya berasal dari keturunan yang dimodifikasi. Bahkan jika dia tidak mencoba untuk menggunakan sihir sendiri, mungkin ada situasi bahwa area perhitungan sihir akan keluar dari kontrol dan melebihi batas yang dibolehkan tubuhnya. " 

"Sama sepertiku dulu?" 

"Jika hal ini terjadi, situasinya lebih buruk daripada "diriku".
“Saya” tidak tidak memiliki spirit cukup kuat, tetapi memiliki kemampuan regeneratif yang tinggi. Oleh karena itu, bahkan dengan penyakit yang terus hinggap sekalipun itu akhirnya tidak berakibat fatal. Namun, dalam kasusnya, kerusakan yang dialaminya dapat menyebabkan kelelahan Total terhadap hidupnya. " 

"... Tapi dia diselamatkan kali ini. " 

"Seseorang telah memulihkanya di tempat." 

Intuisi Minoru mengatakan kepadanya bahwa itu adalah Tatsuya. 

Minoru tidak tahu tentang semua kemampuan magis yang dimiliki Tatsuya. 

Tapi ia melihat Monolith kode rookie divisi di TV 2 tahun yang lalu. 

Dalam pertandingan itu, Tatsuya tidak bisa mengabaikan serangan Ichijou Masaki yang cukup kuat untuk menimbulkan trauma mematikan pada tubuh, tetapi ia secara ajaib pulih dan membalikan keadaan. 

Berdasarkan situasi itu, Tatsuya harus memiliki kemampuan penyembuhan diri yang hebat. Dia mungkin bisa menggunakannya pada orang lain. 

"Lalu apa yang akan terjadi jika dia "pingsan" dan tidak ada satupun orang di sana untuk membantunya...?" 

"Dia tidak akan terselamatkan. Ini adalah nasib yang orang dengan tubuh dimodifikasi. Aku berasumsi bahwa dalam kasus "Minami-San" ini juga bisa terjadi di lain waktu. " 

"Jadi metode yang mungkin dapat menyembuhkannya adalah sama denganku...?" 

"Penggabungan dengan parasit. Ini merupakan jalan satu-satunya. " 

Minoru menyelesaikan dialog dengan "pengetahuannya". 

Untuk menyelamatkan Minami, ia harus menginfeksi dirinya dengan "parasit". Minoru berpikir bahwa ini cara yang tidak terpikirkan sebelumya. Tapi dia kini berada di situasi yang sama. Berpikir tentang hal itu, Minoru mulai berpikir bahwa ada sesuatu yang menarik tentang itu. 

◊ ◊ ◊

Sesuai janji, Tatsuya pada malam harinya bersama Miyuki datang mengunjungi Minami. Selama percakapan mereka, Minami memberitahu mereka tentang kunjungan Minoru. 

"Jadi Minoru mengatakan bahwa dia akan menemukan cara untuk menyembuhkanmu?" 

"Ya, Tatsuya-sama." 

Seperti yang dia duga, itu bukan hanya kunjungan sederhana. Mendengar tanggapan Minami, Tatsuya mengangguk sedikit. 

Meskipun Tatsuya meragukan niat Minoru, mendengar tentang mereka berpegangan tangan dan dia membelai punggung tangannya, pada akhirnya ia menjadi yakin bahwa niat sebenarnya dari Minoru adalah untuk menyembuhkan Minami. 

"Onii-sama, Apakah Minoru-kun memiliki pengetahuan seperti itu?" 

Miyuki, yang mendengarkan cerita Minami dengannya, mengajukan pertanyaan yang menarik. Perlakuan terhadap area perhitungan sihir adalah isu yang kompleks yang keluarga Yotsuba dalami selama bertahun-tahun dan masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan dalam penelitian ini. 

"Aku tidak bisa mengatakan bahwa dia tidak memilikinya. Seperti kompetisi tesis tahun lalu, bahwa pemahaman dan pengetahuanya jauh melampaui tingkatan siswa SMA biasa. Selain itu, keajaiban mantan laboratorium kesembilan, yang memiliki unsur Sihir kuno, juga mendalami sihir yang berkaitan dengan sistem gangguan mental. Ada kemungkinan bahwa Minoru dapat menemukan kunci untuk pengobatan area perhitungan sihir ini. 

"Namun, peneliti Yotsuba juga tidak berhenti untuk mempelajari area perhitungan ajaib sejak di laboratorium keempat. Tapi meskipun begitu, metode pengobatan belum ditemukan. Selain itu, Minoru-kun memiliki ketidakseimbangan dalam area perhitungan sihir dan tubuh fisiknya. Jika dia memiliki pengetahuan seperti itu, Tidakkah dia akan memulai dengan menyembuhkan dirinya sendiri? " 

"Dia bisa belajar lebih banyak tentang hal itu karena dia memiliki masalah yang sama." 

Tatsuya menggelengkan kepalanya dan menolak keberatan Miyuki. 

"Tidak ada gunanya membahas kemampuan Minoru di sini dan saat ini. Dia bilang dia akan menemukan cara untuk mengobati Minami. Mari kita melihat niat Minoru sebagai niat baik. " 

"— ... Benar. Maaf karena meragukan. " 

Tatsuya mengangguk ke Miyuki dan melihat Minami lagi. 

"Dokter lokal juga melakukan banyak upaya untuk merawat Minami. Rumah utama tampaknya akan mengirimkan penelitian mereka di sini, namun itu bukan berarti aku akan tinggal diam dan melihat saja." Tatsuya berkata demikian untuk menenangkan Minami. 

“lalu. Uhm, Tatsuya... " 

Namun, Minami merespon dengan suara yang mengkhawatirkan seolah-olah "menyebabkan efek sebaliknya". 

"Apa itu?" 

Dia menunjukkan tanda kecemasan wajahnya. 

"Tolong katakan pada Minoru untuk tidak mencoba untuk melakukan hal yang mustahil?" 

"Sungguh?" Tatsuya bergumam. Tampaknya kecemasan yang Minami tunjukan bukan tentang keberhasilan perawatannya, tetapi tentang Minoru. 

"Apakah kamu merasa bahwa ada sesuatu yang salah dengan Minoru?" 

“Ya. ... Dia tampak sangat tegang. Dia tampak... Seolah-olah ia tidak hanya khawatir tentang diriku saja tapi ada hal lain yang ia sembunyikan, seperti penderitaan yang lebih serius... " 

"Apakah Minoru melepaskan perasaan buruk seperti itu?" 

“Tidak. Dia hanya tidak tampak seperti sebelumnya. " 

"— ... Saya khawatir, Onii-sama. " 

Miyuki tampak terganggu di Tatsuya, seolah-olah ia telah terinfeksi oleh kecemasan Minami 

"Minoru adalah orang yang cerdas. Aku pikir dia tidak akan melakukan sesuatu yang sembrono... " 

Meskipun Tatsuya berkata demikian, ia sendiri tidak sepenuhnya yakin tentang hal ini. 

Dia tidak tahu karakter Minoru. Dia bisa mengatakan bahwa jika itu adalah Minoru yang ia temui musim gugur lalu, ia tidak akan melakukan hal bodoh. Namun, perilaku Minoru saat ini tidak sesuai dengan gambar yang ia miliki dari Minoru sejak saat itu. Oleh karena itu Tatsuya merasa ketidakpastian dan kecurigan padanya.

------------------------
------------------------
All Volume
Jangan lupa untuk berkomentar :3
Follow juga Instagram dan Fp facebook kita.
Buka Komentar
Tutup Komentar

4 Responses to "Mahouka Koukou no Rettousei Volume 25 Cahpter 3 Bahasa Indonesia"

berkomentar dengan sopan :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel